Wednesday, May 21, 2014

Handphone Pertama Dari Gaji Pertama

Sungguh, saya lupa detail pasti handphone pertama saya. (Kalau tidak salah) mereknya Motorola. Harganya di bawah sejuta dan di atas lima ratus ribu, menghabiskan lebih dari separuh gaji saya. Kapan saya membelinya, lupa. Dimana belinya, lupa. Yang jelas, di Jakarta, di kota tempat saat itu saya tinggal dan bekerja. Sama siapa belinya, (rasanya) sama seorang teman dekat.

Kalau anda mau bilang saya: Ter..la..lu. Saya akan menerimanya, karena memang itulah kenyataannya. Entahlah, mungkin usia ini semakin 'naik-naik ke puncak gunung'. Tapi, kayaknya nggak tua-tua amat juga saya. Sebuah artikel di sini menyebutkan bahwa ada 10 hal yang menyebabkan seseorang menjadi pelupa di usia muda, yaitu:

- Depresi
- Stress
- Overload (kelebihan informasi)
- Gangguan tiroid
- Kurang Tidur
- Alzheimer
- Alkohol dan narkoba
- Diet yang buruk
- Trauma fisik dan emosional
- Gangguan lain seperti: kurangnya suplai oksigen ke otak, parkinson, tumor otak dan meningitis.

Wah, ternyata satu atau dua hal di atas terbukti membuat saya pelupa, hiks!

(Ini kira-kira penampakan handphone pertama saya, ilustrasi dari sini)

Tapi, meskipun lupa detailnya, saya ingat betul bahwa handphone pertama saya dibeli dari gaji pertama! Ya, beberapa bulan selepas kuliah, saya diterima bekerja di sebuah penerbitan. Handphone lah yang pertama saya beli dari gaji pertama.

Saat kuliah saya hanya bisa menatap dengan 'muka pengen' ke arah teman yang sedang asyik ber-sms. Telpon dari orangtua di kampung saya terima lewat ibu warung makan seberang kost-an. Saat ibu atau si bapak warung teriak, "Neng Niaaa, ada telpoooon..", saya segera menyambar kerudung atau mukena untuk menutupi rambut.

Akhirnya, cita-cita saya saat itu untuk memiliki handphone tercapai. Bangga sekali bisa mencapai apa yang diinginkan dengan hasil jerih payah sendiri. Handphone pertama itu adalah bukti kerja keras saya saat itu. Tentu saja, dibalik kerja keras itu ada teman-teman kerja yang saling mendukung dan doa orangtua yang tiada putus.

Tulisan disertakan pada Giveaway Cerita Hape Pertama di istiadzah.com

4 comments :

  1. Apapun yg dibeli dari hasil keringat sndiri terasa puas ya, Mba. Apalagi kalau gaji prtama. Mnjadi kenangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul banget..walau mgk mnurut oranv lain nilainya ga seberapa..tp bangga krn jerih payah sendiri

      Delete
  2. Seneng ya Mak kalo bisa beli hp pake uang sendiri. Pasti disayang2 deh. :))

    Makasih udah ikutan GA saya yaa :))

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...