Monday, May 12, 2014

TB Resisten Obat Tetap Bisa Sembuh

Beberapa bulan setelah melahirkan buah hati kedua, ada benjolan di leher saya (saya sudah singgung sedikit di tulisan saya sebelumnya, di sini). Kata dokter, saya terkena infeksi kelenjar. Itu saja. Dokter tidak menjelaskan banyak. Dia cuma memberi obat dan perintah kontrol setelah obat habis.

Setelah obat habis dan benjolan sedikit mengecil, saya tidak periksakan lagi. Dan..kurang lebih setahun kemudian benjolan itu muncul lagi. Kali ini saya periksakan ke dokter yang lain. Dengan panjang lebar, beliau menjelaskan bahwa saya terkena TB kelenjar getah bening. Beliau juga menjelaskan pemeriksaan dan pengobatan yang harus dijalani. Tentang pengobatan TB, pernah saya singgung di sini.

***

Kasus seperti saya di atas dimana penyakit TB-nya kambuh, merupakan salah satu kasus TB resisten obat. TB resisten Obat, adalah TB atau TBC yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap satu atau lebih Obat Anti TB (OAT). Resisten terhadap obat anti TB bisa terjadi karena:

- Pemberian obat yang tidak tepat yaitu pasien tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan sehingga bakteri sempat 'belajar' menyelamatkan diri dari mekanisme pengobatan.
- Petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat baik paduan, dosis, lama pengobatan dan kualitas obat
- Adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.
- Penyalahgunaan obat anti TB pada penyakit lain, misalnya quinolon. Sehingga, ketika seseorang yang sudah pernah mengkonsumsi quinolon terkena TB, kuman TB nya sudah kebal terhadap obat.

(Ilustrasi dari sini)

TB resistan obat dapat dibedakan menjadi TB MDR dan XDR TB. TB MDR (Multi Drug Resistant Tuberculosis)Adalah TB resistan Obat terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling penting yaitu INH dan Rifampisin secara bersama sama atau disertai resisten terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisin dan pirazinamid. Sedangkan XDR TB (Extensively Drug Resistant Tuberculosis) adalah TB MDR disertai dengan kekebalan terhadap obat anti TB lini dua yaitu fluorokuinolon dan setidaknya satu obat anti TB lini kedua suntikan seperti kanamisin, amikasin atau kapreomisin.

Indonesia berada diperingkat 8 dari 27 negara dengan beban TB MDR terbanyak di dunia dengan perkiraan pasien TB MDR di Indonesia sebesar 6900, yaitu 1,9% dari kasus baru dan 12% dari kasus pengobatan ulang. Sebagian besarnya adalah dari kasus TB paru-paru.

Pengobatan TB Resistan Obat

Manfaat pengobatannya TB Sudah bisa dirasakan dalam waktu kurang lebih dua minggu. Karena itu, banyak orang (termasuk saya yang kala itu belum faham) yang menghentikan pengobatan TB karena Sudah merasa jauh lebih baik. Justru inilah, pengobatan yang belum tuntas, yang menyebabkan TB Resisten obat. Gejala TB memang hilang, tapi Akan timbul kembali karena kuman TB masih aktif.

Pengobatan TB Resistan Obat lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan TB biasa. Pengobatan tergantung kepada seberapa cepat kasus TB resistan obat ini teridentifikasi dan ketersediaan pengobatan yang efektif. TB resitan obat dan TB MDR dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan. Harga obat untuk TB resisten juga jauh lebih mahal. Pengobatannya rumit, jumlah obatnya pun lebih banyak dan efek samping yang disebabkan juga lebih berat.

Pengobatan TB XDR lebih sulit lagi karena kuman TB telah kebal terhadap OAT lini pertama maupun lini kedua sehingga pilihan paduan OAT TB XDR sangat terbatas. Meskipun demikian di beberapa negara yang banyak ditemukan pasien TB XDR melaporkan keberhasilan pengobatan sebesar 50-60 % tergantung dari seberapa berat penyakitnya, status imunitas pasien serta berapa banyak OAT lini pertama dan kedua yang sudah tidak dapat lagi digunakan karena kuman TB telah kebal.

(Efek samping obat TB, ilustrasi dari sini)

Pencegahan TB Resisten Obat

Penularan TB resistan obat sama seperti penularan kuman TB pada umumnya, yaitu melalui batuk, bersin, atau bicara di depan orang lain. Karena itu, penderita TB resisten obat hendaknya memakai masker sampai ia dinyatakan sembuh.

Resistensi obat sebetulnya dapat dicegah dengan menerapkan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse chemotherapy) atau pengawasan langsung menelan obat jangka pendek yang baik. Pengawasan dapat dilakukan oleh petugas kesehatan terdekat atau keluarga penderita TB. Dengan begitu, pengobatan dapat diharapkan tuntas dan peluang sembuh dari TB semakin besar.

Ternyata, di Turki pemerintahnya juga sangat memperhatikan masalah TB ini. Seorang blogger bernama Rahma yang tinggal di Turki menderita TB kelenjar seperti yang saya alami. Suaminya yang warga negara Turki lah yang menjadi pengawasnya menelan obat. Setelah obat diminum, sang suami akan membubuhkan tanda tangan tanda obat sudah diminum.

Pencegahan TB resisten obat juga dapat dilakukan dengan mempercepat diagnosis laboratorium. Deteksi awal TB MDR dan memulai terapi sejak awal merupakan faktor penting untuk kesembuhan dari TB. Pemeriksaan yang dilakukan biasa nya berupa sputum BTA, uji kultur M.Tb dan resistensi obat. Ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan laboratorium yang baik baik dan cepat pelayanannya, namun tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW dikatakan,

"Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut"
(HR.Bukhari)

Artinya, jika kita sebagai manusia berakal terus berusaha, pasti ada jalan keluar. TB resisten obat memang sulit dan lama pengobatannya, tapi bukan berarti tak dapat disembuhkan. Berusaha untuk sembuh dari TB dengan minum obat teratur dan tepat, kemungkinan sembuh akan besar. Begitu juga mereka yang bergerak di bidang medis, terus berusaha membuat penelitian untuk kesehatan manusia yang lebih baik.

Tulisan diikutsertakan dalam Blog Competition Temukan dan Sembukan TB serial #4: TB Resisten Obat

Sumber referensi: tbindonesia.or.id, ppti.info


8 comments :

  1. Resisten obat TB itu mengerikan, Mak. Keponakanku pernah seperti itu. Penyebabnya ya gara-gara beberapa kali gak minum obat. Maklumlah anak kecil ponakanku itu. Semoga dengan tulisan seperti itu, para penderita TB bisa lebih aware terhadap tb resisten obat.

    ReplyDelete
  2. Peduli kesehatan, tuntaskan Indonesia Bebas TB...

    ReplyDelete
  3. Insya Allah bisa sembuh ya Mak
    Sukses lombanya :)

    ReplyDelete
  4. bila diobati dengan sabar dan tekun Insya Allah pasti sembuh

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...