Wednesday, June 25, 2014

Sahabat Sejati Itu Ada

Semalam entah kenapa tiba-tiba kangen dengan sahabat yang satu ini. Tiba- tiba disadarkan lagi bahwa hubungan saya sudah lebih dari sahabat, sudah seperti keluarga.

Bertemu di kampus, kita tak langsung dekat karena beda jurusan. Pertemuan demi pertemuan sering kita lalui di kegiatan kerohanian kampus. Pertemanan dengannya semakin dekat saat saya dan beberapa teman menginap di rumahnya dalam rangka persiapan pernikahannya. Ya, dia orang yang pertama menikah di antara saya dan teman yang lain.

Tak disangka, setelah saya berkeluarga, rumah kami pun tak jauh. Satu kecamatan, beda kelurahan. Senang lah. Saat pertamakali datang ke area yang saya tinggali sekarang, saya cuma kenal keluarga kakak ipar. Akhirnya kami sering saling berkunjung. Semakin dekatlah hubungan kami.

Semalam saya tiba-tiba berfikir, hubungan saya dengannya rasanya lebih dekat dari saudara kandung. Saya nyaman curhat padanya. Saya sering minta tolong padanya. Saya pernah nginap dan ngacak-ngacak kamarnya. Saya cium tangan (almarhumah) ibunya seperti saya cium tangan ibu saya.

(Ilustrasi dari sini)

Maka sebelum semua perasaan ini berlalu, segera saya ambil handphone dan mengirim pesan WA padanya. Bahwa saya bersyukur memiliki teman dan saudara sepertinya, dan saya belum bisa membalas kebaikannya. Selalu siap mendengar dan menolong saya, padahal ia sendiri punya keluarga yang diurus. Dan kebaikannya bukan pada saya saja, pada orang lain juga. Dan saya terlalh malu untuk cemburu saat kebaikannya diberikan pada orang lain.

Walau orang bilang cinta tak harus dikatakan, saya pikir ia harus tahu saya menyayanginya. Barangkali saja usia saya tak akan lama. Esok paginya ia langsung ngajak ketemuan. Mungkin ia juga kangen, hihi..GR. Bayangkan jika Hal ini dikatakan pada pasangan kita, bisa jatuh cinta setiap hari :P.

Ternyata, sahabat (sejati) itu ada. Dia, sahabat saya itu, yang pengertian saat kita sibuk dan belum sempat menjenguknya. Yang mau bertukar kabar dan minta maaf saat telat membalas sapaan kita atau saat ia merasa bersalah. Yang punya pandangan sama tentang hidup di jalan Tuhan. Yang berbeda isi kepala namun tetap menghargai pendapat masing-masing. Yang membantu banyak teman menemukan pasangan jiwanya, termasuk saya. Dan sebagainya.

Semoga persahabatan kami tak hanya di dunia, namun juga di alam baka kelak.

Apa definisi sahabat sejati anda?

#UntukSahabat

6 comments :

  1. Saya jadi inget sahabat saya :p dia hampir mirip seperti sahabat mak :) baiiik banget, setia kawan, perhatian, dan menolong tanpa pamrih.. Sahabat sejati memang ada mak, tapi langka.. saya cuma punya 1, alhamdulillaah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah ya mak..:) saya juga yg paling dekat yg ini.karena kebetulan.lokasi rmh nya satu kecamatan..

      Delete
  2. Sahabat yg sudah menjadi saudara. Senang memilikiny ya, Mba.

    ReplyDelete
  3. datang berkunjung, selamat menunaikan ibadah puasa

    ReplyDelete
  4. berkunjung kemari sambil menyimak, selamat menunaikan ibadah puasa, salam. ditunggu kunjungan baliknya ya ^_^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...