Friday, May 1, 2015

Bagaimana Perasaanmu?

Bagaimana perasaanmu saat seorang wanita datang ke rumahmu sambil menangis, ia bilang adiknya perlu biaya berjuta-juta untuk ujian dan dia tidak memiliki uang sebesar itu.

Bagaimana perasaanmu saat wanita itu bilang ibunya juga butuh biaya untuk pengobatan?

Bagaimana perasaanmu saat wanita itu mengeluh tentang penyakit darah tingginya yang sering kambuh?

Bagaimana perasaanmu saat wanita itu menawarkan harta bendanya untuk digadaikan padamu agar ia bisa membiayai ujian adiknya?

Bagaimana perasaanmu saat wanita itu mengeluh tak bisa membelikan anaknya ini itu?


Kamu mungkin awalnya tak bisa menolong. Tapi kamu mungkin berfikir, Tuhan mengirim wanita ini padamu untuk dibantu. Maka mungkin kamu pun membobol sedikit tabunganmu agar wanita itu bisa mencicil biaya ujian adiknya. Padahal mungkin kamu pun memerlukan uang itu, tapi kamu pikir wanita itu lebih memerlukannya.

Sumber: https://twitter.com/curhataanngue

Tapi...

Bagaimana perasaanmu jika di kemudian hari kamu tahu wanita ini ternyata ikut arisan 'pesta' di lingkungannya? (arisan yang pemenangnya dipilih yang akan mengadakan pesta seperti khitanan, kawinan, dan sebagainya) Padahal kamu sendiri tak membuatkan pesta khitan untuk anakmu.

Bagaimana perasaanmu saat tahu wanita ini baru saja mengadakan pesta ulang tahun anaknya padahal anakmu sendiri tak pernah dibuatkan pesta ulang tahun!

Ah, perasaan, perasaan, kamu terlalu merasa-rasa.

Kenapa tiba-tiba keikhlasanmu terusik?

Sudahlah, biarkan Tuhan yang menilai dan mengganti harta yang semula kau keluarkan di jalan-Nya


34 comments :

  1. heummm....nggak bisa berkata2 mak

    ReplyDelete
  2. Ada apa gerangan, mak? Pengalamanku, kah? #kepo

    ReplyDelete
  3. ikhlas dan sabar, amalan yang Mbak lakuin nggak akan sia-sia di mata Allah.

    ReplyDelete
  4. Jadi bingung juga-_- Padahal cuma baca postingan ini doang, gak terlibat langsung. Dari ceritanaya berasa pernah ngalamin nih ya mbak?

    ReplyDelete
  5. mungkin terbawa perasaan atau lagi sensitif, mbak? :)

    ReplyDelete
  6. Kalo saya biasa-biasa mba, lah yg nagis 'a ga kenal :D

    ReplyDelete
  7. ngak bisa ngomong apa-apa.

    kesabaran, keikhlasan dan rasa tolong menolong benar-benar diuji.

    ReplyDelete
  8. Izin berkunjung dan nyimak langsung artikelnya gan? Salam kenal, semoga sukses selalu AMIIIN...

    ReplyDelete
  9. smoga kebaikan dirimu dibalas oleh Allah dgn yg lbh baik mak :)

    ReplyDelete
  10. Ujian berat bagi keikhlasan ya, Mak. Sulit banget menata hati. Semoga diberi kesabaran ya...

    ReplyDelete
  11. speechless mbak. aku bacanya aja kok jadi sebal yah.. :(
    semoga diberi kesabaran ya mbak

    ReplyDelete
  12. kalau sebelumnya, saya gak tau watak asli perempuan tersebut, saya berusaha ikhlas aja untuk bantuan yang sudah diberikan walopun rasanya ada sesak. Tapi, kalau dari awal sudah tau, saya akan berusaha tegas menolak memberikan bantuan walopun terkadang cara meminta bantuannya bisa membuat saya iba.

    Semoga keihklasan Mak Kania diganti dengan yang baik, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin..saya pasrahn aja sama Yang Maha Kaya

      Delete
  13. In Shaa Allah selalu ada amal baik bagi orang yang menolong orang lain ya, Mbak.. :D

    ReplyDelete
  14. Speechless saya bacanya, mbak... :( Mudah-mudahan kita nggak jadi orang yg seperti wanita di tulisan mbak Kania ini. Saya juga pernah kenal orang seperti ini dan rasanya sesuatuk banget..

    Tapi nggak papa, mbak, insya Allah, Allah pasti balas dengan yg lebih baik, mungkin tak melalui orang yg dibantu tapi lewat kesehatan dan keluarga yang samara, anak sehat dan sholeh/sholeha. Insya Allah, mbak...

    ReplyDelete
  15. Ya Allah sabar ya Mak.. Kalo saya yang berada di posisi Mak Kania, udah pasti kesyeeeeel deh. Tapi yaudah ya Mbak, dengan ikhlas, semoga Allah akan mengganti dengan yg lebih baik. :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...