Wednesday, June 17, 2015

Menuju Film "Ketika Mas Gagah Pergi"


Sejak kecil sampai sekarang sudah kelas 2 SMA, Gita dekat sekali dengan Mas Gagah. Mas Gagah selalu ada saat Gita butuh. Mas Gagah itu orangnya tampan, cerdas, dan periang. Semua orang menyukai Mas Gagah. Keluarga, tetangga, kakek nenek, bahkan keluarga dari teman adiknya juga menyukai Mas Gagah. Gita, adik Mas Gagah, tentu saja bangga memiliki kakak seperti Mas Gagah.

Namun, akhir-akhir ini ada yang berbeda dengan Mas Gagah. Mas Gagah jadi lebih alim, bicaranya agama terus. Mas Gagah tidak akan membuka pintu kamar jika Gita tidak bilang Assalaamualaikum. Poster-poster Metallica di kamar Mas Gagah sudah tidak ada. Gita seringkali mendapati Mas gagah sedang membaca buku agama atau mendengarkan lantunan Alquran di kamar. Mas Gagah juga tak lagi mengenalkan teman-teman prianya pada Gita. Penampilan Mas Gagah juga sekarang jadi kuno dan tak mau lagi salaman sama perempuan. 


Ketika Gita curhat pada Tika -temannya yang sudah sebulan berhijab rapi- tentang Mas Gagah, Tika justru menyambut baik perubahan Mas Gagah. Tika bilang, orang seperti Mas Gagah bukanlah orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Tika juga mengenalkan Gita pada sepupunya yang baru pulang dari Amerika dan baru berhijab.

Pulang dari rumah Tika, Gita pun mulai belajar menghargai perubahan Mas Gagah. Ia mulai menerima apa yang Mas Gagah sampaikan. Ia juga mau diajak ke berbagai acara keagamaan yang Mas Gagah hadiri. Bukan hanya itu, mama saja sudah mulai berhijab berkat dorongan dari Mas Gagah.

Dua hari sebelum berulang tahun, Gita bermaksud memberikan kejutan buat Mas Gagah dengan dirinya yang berhijab. Tapi, sampai di rumah, sayangnya Mas Gagah belum pulang karena sedang diundang ceramah di Bogor. Tiba-tiba, jam 10 malam papa mendapat telepon bahwa Mas Gagah mengalami kecelakaan. Tentu saja, semua papa, mama, dan Gita terkejut. Malam itu juga mereka berangkat ke rumah sakit tempat Mas Gagah mendapat perawatan.

Akankah Gita sempat memperlihatkan dirinya yang sudah berhijab pada Mas Gagah? 

Sumber: www.masgagah.com

***

Cerita di atas merupakan sinopsis dari cerpen berjudul “Ketika Mas Gagah Pergi” (KMGP) karya Helvy Tiana Rosa. Cerpen ini ditulis dalam sebuah novellet berjudul sama tahun 1992 dan diterbitkan pertama kali tahun 1997.  Kini buku KMGP sudah memasuki cetak ulang ke 29 kali.

Pertamakali saya membaca cerpen ini ketika masih di bangku kuliah. Dalam pandangan saya, sosok Mas Gagah ini terlihat begitu sempurna sebagai seorang lelaki. Baik sebelum maupun sesudah ia berhijrah menjadi muslim yang lebih baik. sedangkan sosok Gita begitu manja karena posisinya sebagai seorang adik.

Saat ini, KMGP akan diangkat ke layar lebar. Lebih dari 300 orang dari dalam dan luar negeri mengikuti online casting melalui Youtube untuk menjadi calon pemeran-pemeran kunci film drama religi KMGP sejak Februari 2015 lalu. Setelah online casting ditutup akhir Mei lalu, produser, sutradara dan tim penulis skenario sepakat memilih 12 kandidat yang paling potensial. 

Para kandidat ini berasal dari Jakarta, Bogor, Medan, Lampung, Palu, dan Surabaya, bahkan ada yang sedang kuliah di Jerman. Mereka dikumpulkan di gedung Communicasting, Pondok Indah, tanggal 13 Juni lalu, untuk menjalani screen test dan pemotretan. Mereka juga mendapat bekal keaktoran dasar dari sutradara teater Zak Sorga.

Adhawiyah, line producer film KMGP, mengatakan bahwa mereka mencari 4 pemeran baru dalam film ini yaitu Gagah, Gita, Yudi, dan Nadia. Mereka mencari sosok berkarakter yang bisa menjadi role model  bagi anak-anak muda Indonesia. Untuk pemeran pendamping, akan ditampilkan bintang-bintang yang sudah terkenal.
Komunitas ODOJ mendukung film KMGP (Sumber foto: FB Sahabat Mas Gagah)

Skenario dipercayakan kepada penulis skenario dan sutradara film dokumenter Fredy Aryanto. Untuk sutradara, Helvy mempercayakannya kepada Firmansyah. Hal ini sesuai amanah almarhum Chaerul Umam yang sedianya menjadi sutradara KMGP, namun beliau wafat 2013 lalu.  Film KMGP dijadwalkan mulai syuting pada Oktober 2015, di Jakarta juga di Maluku Utara. 

Banyak yang ingin mengangkat KMGP ke layar lebar. Namun Helvy dan kawan-kawan memutuskan untuk bergotong royong mencari dana sendiri (crowdfunding), guna mempertahankan ruh novellet tersebut dalam film. Gerakan budaya “Patungan Bikin Film KMGP” ini kemudian didukung oleh komunitas pembaca buku KMGP yang menyebut diri mereka: Sahabat Mas Gagah. Dukungan juga mengalir dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia Forum Lingkar Pena (FLP), dan komunitas One Day One Juz (ODOJ). 

Arlina dari ACT menyebutkan bahwa Film ini memuat nilai-nilai kehidupan yang luar biasa dan bisa membentuk karakter anak-anak muda (muslim) Indonesia yang lebih mencintai sesama serta peduli pada sekitar. Visi misi film KMGP juga serupa dengan ACT, karena sebagian keuntungan film ini akan disumbangkan bagi pendidikan anak-anak dan kegiatan literasi di Indonesia Timur serta sebagian lagi untuk pendidikan anak-anak Palestina.
  
Press conference untuk mengumumkan siapa pemeran utama dilm KMGP akan duadakan Ramadhan ini. Nah, bagi yang peduli dan ingin mendukung film KMGP, kita masih bisa ikut patungan dengan mengirimkan dana semampunya pada nomor rekening berikut: 

Sumber: FB Sahabat Mas Ggagah

Bank Mandiri Cabang Margo City Depok 1570087778883 a.n. Lembaga Forum Lingkar Pena
BNI Syariah cab Margonda 0259296140 a.n Yayasan Lingkar Pena
Bank Mandiri 1640000965592 a.n Aksi Cepat Tanggap

Setelah dukungan diberikan, kita bisa konfirmasi via sms ke 08121056956 (Risty).  

Saya sendiri sebagai salah satu pembaca KMGP, berharap film ini akan:
  1. Menjadi salah satu film yang menginspirasi semua pihak terutama anak muda dalam meningkatkan ilmu agama dan peduli pada sesama.
  2. Memberikan pencerahan dan wawasan bagi banyak orang. Contoh kasus, dalam cerpen itu, disebutkan istilah ikhwan dan akhwat. Ikhwan adalah bentuk jamak dari akhun, yang artinya saudara. Sedangkan akhwat adalah bentuk jamak dari ukhtun dengan arti yang sama. Sejak kegiatan dakwah marak di berbagai kampus, telah terjadi pergeseran makna dari kata ikhwan dan akhwat. Pertama, ikhwan dan akhwat (mulanya) adalah sebutan dan identitas untuk para aktivis dakwah. Bukan ikhwan atau akhwat berarti bukan aktivis dakwah. Kedua, ikhwan dan akhwat adalah muslim yang baik, yang menjalankan ajaran agama dengan sebenar-benarnya, dan yang mendapat hidayah. Bukan ikhwan atau akhwat berarti belum menjadi muslim yang baik. Pemaknaan yang kedua ini bisa menjadi masalah jika tidak diklarifikasi. Perubahan makna kata memang pasti terjadi. Namun, kita sebenarnya bisa mengendalikan perubahan tersebut dengan menegaskan apa, mengapa dan bagaimana sebuah istilah digunakan.
  3. Membuat kita belajar menghargai perbedaan. Jika ada orang yang berusaha mengamalkan agamanya dengan benar, tentu seharusnya kita dukung. Begitu juga, ketika ada orang yang masih mencari kebenaran dalam beragama, tidak lantas kita cap kurang soleh atau solehah.
Yuk, yang mau mengetahui info lebih lanjut tentang KMGP dan gerakan “Patungan Bikin Film KMGP”, silahkan kunjungi www.masgagah.com

Maaf lahir batin dan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan esok hari ya teman!

Sumber referensi:



18 comments :

  1. cerita yg menarik. Mudah2an para generasi muda Indonesia bisa terinspirasi dari novel maupun film ini.

    ReplyDelete
  2. Cerpennya sudah lama banget ya Mbak. Jaman saya SMA kali :)

    ReplyDelete
  3. ini cerita saya baca pas SMP lo hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh ketauan sy udah tua banget ya :D

      Delete
  4. Menarik sekali ceritanya...semoga menginspirasi semua generasi muda Indonesia

    ReplyDelete
  5. Jadi penasaran sama kelanjutannya. Bukunya ada yang di jual di gramedia gak ya. Dari sinopsisnya terlihat begitu menarik dan sayang jika hanya membaca sinopsisnya saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mm..masih ada ga ya? coba hubungi CP di atas mas

      Delete
  6. Aku belum pernah baca ini mak :p tapi aku suka sama ceritanya, yg mak ulas di atas :) Mudah2an film islami seperti ini bisa sukses dan semakin banyak bermunculan di Indonesia, aamiin.

    ReplyDelete
  7. Kirain hanya film Nightbus yang diproduksi lewat crowdfunding, ternyata KMGP juga.
    Penasaran sama para pemainnya, terutama aktor yang memerankah diri sebagai Mas Gagas.

    ReplyDelete
  8. Duh, ini buku yg bikin saya nangis2 haha..jaman SMP apa SMA gt lupa... :D

    ReplyDelete
  9. Mas gagah...? Penasaran sm aktor terpilihnya... Smg segera bisa dinikmati

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...