Tuesday, March 22, 2016

Apa yang akan kamu lakukan jika waktumu di dunia tinggal 8 hari?


Kapan terakhir kali Kamu mengingat kematian?

Pertanyaan di atas sedikit seram ya. Bagaimana tidak, kematian adalah saat dimana nyawa kita tercerabut dari raga. Kita tak akan bisa lagi menghirup udara segar di dunia. Kita tak akan lagi bisa bertemu dengan orang-orang yang disayangi dan teman-teman yang dicintai. Roh kita akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Kita akan menerima nasib abadi kita, tinggal di surga atau neraka!

Saya biasanya akan teringat kematian jika menghadapi 3 hal berikut ini. Pertama, sakit. Sakit itu tak enak sekali rasanya, walaupun cuma sakit gigi. Tiap malam harus menahan nyeri di mulut, makan tak enak, kepala nyut-nyutan, emosi jadi naik. Daripada marah-marah tak jelas dan anak-anak jadi korban, rasanya lebih baik saya menghilang ditelan bumi. Tapi tentu saja itu hanya perasaan buruk yang dihembus-hembuskan setan saat sakit. Makanya, ada hadist Nabi SAW yang mengingatkan umat Islam tentang 5 perkara sebelum 5 perkara. Salah satunya adalah sehat sebelum sakit. Saat kita sehat, kita seharusnya banyak bersyukur dan melakukan hal-hal yang baik agar tidak menyesali saat kita tidak bisa melakukan satu hal baik sekalipun.

ingat mati

Kedua, saya mengingat kematian saat ada orang lain yang meninggal. Seperti sebuah peringatan dari Yang Maha Kuasa bahwa kematian bisa menimpa siapapun. Ia tak pandang usia, kasta, dan rupa.

Ketiga, saya biasanya akan mengingat kematian saat ada masalah yang saya rasanya tidak bisa selesaikan. Ya, lagi-lagi ini hanya perasaan buruk yang dihembuskan setan. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Setiap sakit pun ada obatnya, kecuali KEMATIAN.


Seram atau tidak, kita akan menghadapi yang namanya kematian. Karena itu adalah kepastian, akan datang pada waktunya. Tidak ada yang bisa menghalangi datangnya kematian, kecuali Allah SWT. Yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan bekal sebanyak mungkin, yaitu amal soleh, sebagai bekal menuju kampung halaman ‘abadi’. Maaf, saya bukan lagi ceramah, tapi saya sedang mengingatkan diri sendiri bahwa hidup di dunia ini sementara.

Apa yang akan kamu lakukan jika waktumu di dunia tinggal 8 hari?

Ah, ini pertanyaan apa lagi? Saya sebenarnya tak mau berandai-andai. Tapi, jika dan hanya jika saya diberi waktu 8 hari lagi di dunia, saya ingiiiiin sekali pergi ke Baitullah dan beribadah di sana dengan khusyuk sebelum malaikat maut mencabut nyawa. Tapi, nggak ada duitnya hehe. Jadi saya akan melakukan hal yang mungkin dilakukan. Inilah 8 hal yang ingin saya lakukan di 8 hari terakhir hidup saya.


Hari pertama, saya ingin menghabiskan waktu berdua dengan suami. Saya menikah dengan proses taaruf 5 bulan saja. Itu pun rasanya tidak fokus karena saya sedang menghadapi pembuatan skripsi. Dua hari setelah menikah, saya ujian akhir semester. Dua bulan setelah menikah, saya hamil dan perhatian untuk suami terbagi. Yang ingin saya lakukan dengan suami adalah naik motor berdua, nonton di bioskop, makan di luar rumah berdua. Saya ingin ngobrol dan minta maaf padanya atas ketidaksempurnaan saya sebagai istri.

komik Dolly
koleksi komik anak salah satunya bertema antariksa

Hari kedua, saya ingin mengajak dua anak saya melihat bintang dan planet menggunakan teropong. Mereka selalu tertarik melihat gambar tata surya. Anak saya punya satu komik Dolly yang bertema antariksa. Saya pernah berbicara pada mereka tentang melihat luar angkasa menggunakan teropong. Sejauh ini, ada 2 tempat yang saya tahu yaitu Planetarium dan Boscha. Alangkah indahnya jika saya bisa mewujudkan harapan mereka melihat tata surya melalui teropong, sebelum saya tiada.

Hari ketiga, saya ingin seharian menghabiskan waktu di pantai bersama keluarga kecil saya. Kami menyukai pantai. Di sana kami merasa bebas bermain pasir dan air, menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang mengingatkan kami begitu kecil kami di hadapan-Nya. 

pantai kuta
Pantai Kuta di suatu sore

Hari keempat,  saya ingin mengunjungi teman-teman saya, berbicara banyak hal, makan-makan atau nonton. Jujur, setelah menikah saya merasa sedikit demi sedikit teman berkurang karena kesibukan masing-masing mengurus keluarga. Kalau tidak memungkinkan mengunjungi teman, saya akan mengirimkan berbagai pesan pada teman-teman saya, menanyakan kabar mereka dan meminta maaf pada mereka atas khilaf yang pernah saya lakukan

Hari kelima, saya ingin mengunjungi ibu mertua. Dua anak saya selalu senang jika mengunjungi neneknya. Saya ingin meminta ridha dan maafnya, menemaninya dan membantu pekerjaannya, lalu silaturahim ke saudara-saudara suami.

Hari keenam, silaturahim dengan saudara-saudara saya di kampung halaman yang jumlahnya banyak sekali. Kadang saat lebaran pun tidak semua saya bisa kunjungi karena saya harus berbagi waktu dengan keluarga suami.

ayat alquran tentang kematian

Hari ketujuh, saya ingin mengunjungi orangtua saya. Lagi-lagi dua anak saya juga akan senang mengunjungi kakek neneknya. Saya ingin meminta ampun pada keduanya atas kesalahan saya. Saya ingin menghabiskan satu hari bersama mereka, mengobrol dan membantu pekerjaan mereka.

Hari kedelapan, saya ingin itikaf di masjid besar dimana saya tidak mengenal siapapun di sana. Sehingga saya bisa khusyuk beribadah, shalat, membaca Alquran, dan berdoa. Lalu mengurus hal-hal yang akan saya tinggalkan. Saya tidak meninggalkan banyak harta, mungkin hanya akun-akun media sosial yang sebagian saya setting private karena menyimpan kenangan yang sangat pribadi dengan keluarga terutama anak.

8 hal sudah dipikirkan, lalu apakah saya siap dengan kematian? Ternyata masih tidak, hiks. Saya selalu takut tak cukup amal soleh untuk menghadap Sang Pencipta. Saya sadar saya ini masih penuh amarah, kecewa, dendam. Tapi saya juga ingin surga? Adakah surga untuk manusia penuh dosa seperti saya? Entahlah, saya hanya harus terus berusaha menjadi orang yang taat pada-Nya sambil terus berdoa dan berharap mendapat ampunan dan kasih sayang-Nya di akhirat kelak. 

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina

(Lirik lagu “Ketika Tangan dan kaki Berkata” yang dipopulerkan Chrisye)



37 comments :

  1. Jangan takut mati dan jangan minta mati
    Siapkan bekal yang terbaik
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  2. Baca judulnya udah serem mbak, tapi betul kuta akan sampai juga ke hari penentuan itu. Takut pasti, harus menyiapkan diri. Terima kasih pengingatnya mbak

    ReplyDelete
  3. idem sama Mbak Rani
    saya juga merinding membacanya Mbak Kania, semoga kita termasuk orang-orang yang meninggal dalam khusnul khotimah, amin..

    ReplyDelete
  4. Sama mba tiga hal itu juga biasanya yang mengingatkan saya akan kematian

    ReplyDelete
  5. Semua makhluk hidup di dunia ini, pasti bakal merasakan sama yang namanya kematian :)

    ReplyDelete
  6. Kita syukuri saja dan serahkan saja semuanya kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  7. keep posting gan semangat hehe, kunjungan di sore hari, ditunggu kunjungan baliknya

    ReplyDelete
  8. mati..itu sudah pasti...yang belum pasti itu adalah persiapan sambut kematian...
    selamat berlomba yaa...
    keep happy blogging always..salam dari makassar - banjarbaru :-)

    ReplyDelete
  9. Temanya dahsyat banget ya. Emang pas belum hamil Nia ga pernah boncengan naik motor dan makan berdua suami? :D

    ReplyDelete
  10. Semakin tau diri kalau mengingat kematian

    ReplyDelete
  11. Kematian itu misterius ya mbak Kania, kita tidak tahu kapan datangnya dan belum tentu juga yang diambil Allah itu yang tua duluan. Yang penting berdoa supaya ntar kalau sudah waktunya bisa Khusnul Khotimah, aamiin :)

    ReplyDelete
  12. mati itu sesuatu yang pasti. merinding memang mengingatnya. tapi ampuh untuk meluruskan langkah...

    ReplyDelete
  13. Seandainya tahu kapan saya kan mati tentu sisa waktu 8 hari bakal diisi dg semua amal dan dan menuntaskan kewajiban yang yg masih harus ditunaikan.

    ReplyDelete
  14. Dunia hanya Fana belaka, dan akhirnya kematian menjemput, selalu bersiap diri jikala waktunya tiba... Makasi mba dah mengginggatkan n goodluck buat GAnya ;)

    ReplyDelete
  15. temanya serem ya mba
    8 hari saja apa yg bakal dilakukan
    smg berhasil dg GA nya

    ReplyDelete
  16. Takut jadinya sama bulu kuduk ikutan berdiri. Bikin merinding euy... plus berpikir lebih jauh lagi.

    ReplyDelete
  17. gara" membaca artikel mbak jadi ingat akan kematian :(

    ReplyDelete
  18. jujur, terharu ama mba kania, doain saya mb biar bisa kayak mb, alnya masih ada problem ma keluarga, n 3 bln ne bln brani pulang, hemmm

    ReplyDelete
  19. Kalau lagi sakit, yang keingat saya juga kematian, Mbak :(
    Saya merinding baca sampai akhir,apalagi penutupnya lagu Chrisye

    ReplyDelete
  20. Hiiksss..tema nya begini banget sikkhh.. Suka aku sama lagu nya, lirik nya juga bagus. Kenapa harus 8 hari, kenapa gak 7 hari ya.. Hihihii semoga menang maakk

    ReplyDelete
  21. Barakallah. Pastinya tulisan ini makin mengingatkan tentang kematian ya Mbak Kania. Semoga kita semua mendapatkan husnul khatimah.

    Saya gak tahu mau nulis apa utk GA ini .. lagi blank ...
    Sukses ya Mbak

    ReplyDelete
  22. Saya maah bingung kalau ditanya apa yang akan saya lakukan kalau tahu umur sebentar lagi. yang kepikiran sekarang adalah minta ampun untuk dosa yang tidak tahu seberapa banyak,meminta maaf pada orang-orang yang entah siapa diam-diam hatinya pernah terluka dan hutang yang belum terbayarkan. Duh, sedih saya ga tau mau apa lagi.

    ReplyDelete
  23. Tulisannya dalem. Ditambah putar video alm. Chrisye jadi makin campur aduk. Takut mikir ke situ hiksss

    ReplyDelete
  24. jadi serem kalo dipikirin, kalo saya sih paling buat wasiat, ibadah sama sedekahin harta mbak

    ReplyDelete
  25. Salam,
    Kematian satu - satu nya jalan untuk memandang Wajah Allah Yang Mulia

    ReplyDelete
  26. Mbak Kaniaaa.....

    Aku langsung merinding baca ini....Terima kasih sudah mengingatkan kita semua, khususnya Tya, bahwa kita di dunia ini hanya sementara.

    www.talkativetya.com

    ReplyDelete
  27. Pengingat kematiannya hampir sma sprit itu mbak..
    Sukses utk Ga nya mbak ^_^

    ReplyDelete
  28. Terimakasih tulisannya Mba, Melimpah berkah segala urusannya,, aamiin

    ReplyDelete
  29. saling mengingatkan itu penting ya mbak :)

    ReplyDelete
  30. klo punya rejeki aku ingin ke tanah suci.. amiin.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...