Bersyukur Ada Ojek Online, Semua Orang Dengan Perjuangannya Sendiri.




“Bersyukur sekarang ada ojek online (ojol), tinggal pesan ojek atau mobil pakai hape. Ada temanku, wanita yang aktivitasnya banyak dan bisa sukses walaupun dia tidak bisa mengendarai motor atau mobil. Kemana-mana dia pesan kendaraan secara online.”

Sungguh, kata-kata teman saya di atas begitu menghibur saya yang saat itu merasa sedih. Saya merasa tidak berguna. Punya kendaraan tapi tidak bisa mengendarainya. Sudah belajar dan kursus, tidak bisa-bisa. Akhirnya tidak bisa mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah, atau mengantar suami ke rumah sakit ketika ia sakit. Padahal kalau bisa mengendarai kendaraan sendiri, akan sangat bermanfaat untuk keluarga dan tentu saja hemat ongkos transportasi.

Orang bilang, teknologi itu seperti dua sisi mata uang. Ada positif dan negatifnya. Positifnya, jelas teknologi membantu banyak orang menjalani aktivitasnya. Negatifnya, ya sebaliknya, teknologi bisa membahayakan. Seringkali saya mendengar cerita, penumpang yang mendapat driver kurang baik. Atau sebaliknya, driver mendapat penumpang yang kurang ajar. Misalnya saja, orang yang memesan makanan via ojek online dan membatalkannya atau memberikan alamat palsu sehingga sang driver mendapat kerugian materi yang cukup banyak. 

Saya suka deg-degan saat pertamakali menggunakan ojek online, karena khawatir akan mendapat driver yang kurang baik. Maklum, saya ibu rumah tangga biasa yang kemana-mana biasa diantar sama suami. Tapi ada saatnya ketika harus pergi sendiri dalam rangka liputan untuk content blog misalnya, suami pun tak bisa mengantar karena harus bergantian jaga anak-anak.  

ojek online
Sumber: www.99.co

Perasaan optimis harus terus dipupuk dan khawatir pada keadaan yang belum jelas sebaiknya dihindari. Yakin deh, masih banyak orang yang baik di dunia ini. Syukurlah, saya jarang mendapat driver yang kurang baik. Mungkin, satu-satunya pengalaman kurang enak itu saat drivernya tak tahu jalan saat akan menjempu. Ia berkali-kali mencari alamat penjemputan. Mungkin karena lelah dan kesal, sepanjang perjalanan mukanya tampak kesal dan tak banyak bicara.

Dikasih Tausiyah sama Driver Ojol

Saya pernah dikasih tausiyah sama driver ojol sepanjang perjalanan dari Bintaro menuju BSD. Kesal? Insyaallah ngga, malah bersyukur dong dapat tausiyah. Karena sesama muslim itu memang dianjurkan saling menasihati dalam kebaikan. Tausiyahnya waktu itu tentang bahaya riba dimana Allah SWT sudah jelas dalam Alquran menyuruh untuk menghindari riba. Hal ini masih jadi PR terus buat saya sekeluarga.

Ada juga driver ojol yang secara langsung memberi nasihat tentang pentingnya memiliki ilmu mengurus jenazah. Gara-garanya, di tengah jalan kita melihat iring-iringan orang yang sedang mengantar jenazah dan jadilah topik pembicaraan selama perjalanan. Kebetulan, sang driver ini selain menjadi pengemudi ojek online juga menjadi tukang pijat dan pengurus jenazah. Ya, untuk keluarga yang kita sayangi, alangkah baiknya jika kita bisa mengurus mereka sendiri saat mereka tiada, minimal ikut serta memandikan di hari terakhir mereka di dunia.


Semua Orang Dengan Perjuangannya Sendiri

Saya beberapa kali dapat driver perempuan yang berjuang membantu nafkah keluarga agar anaknya bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Saya yakin, semua orang memiliki perjuangan masing-masing untuk menjadikan hidupnya lebih baik dan bermakna. Cerita-cerita dari para driver ojol saya jadikan sebagai tempat berkaca dan menambah motivasi. Apakah saya sudah cukup berjuang untuk hidup saya di dunia serta akhirat? 

Comments

  1. Ih keren, dapat driver yang bisa ngasih tausiyah, saya juga akan senang kalo dpt driver macam itu, Mbak :)

    ReplyDelete
  2. di rumah walo ada motor n mobil nganggur, aku malah naek ojol haha.
    lupa lagi nyetir mobil n males bawa motor sndiri. jauh lebih enak naek ojol ajah. praktis hihi

    ReplyDelete
  3. Seru ya jadi banyak cerita pengalaman dengan supir ojol atau taksi online. Saya termasuk yang kadang suka memilih diam tanpa membuka percakapan, kecuali pas lagi mood. Hehehee, meskipun diajak ngobrol duluan, kalau lagi gak mood, saya jawab, iya iya iyaaaa iyaaa...kadang gak dnger juga kan?

    ReplyDelete
  4. Seru ya bisa dpt pengalaman mcm2 sm driver ojol...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.