Wednesday, July 1, 2015

Bagaimana Kita Mengisi Ramadhan



Kita sering mendengar sebuah hadist yang mengatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Sebenarnya hadist itu adalah hadist dhaif, artinya tidak pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Justru, pada bulan Ramadan Allah SWT menyuruh manusia untuk banyak beribadah karena banyaknya keutamaan di bulan suci ini. 

Lalu, bagaimana kita seharusnya mengisi Ramadan kita? Menurut Amir Faishol Fath, pakar tafsir Alquran dan konsultan rumah tangga sakinah, kita bisa mengisi Ramadan dengan hal-hal berikut:


Sumber: thisisgender.com
  1. Hidupkan Ramadan dengan iman
Kita tidak bisa menjamin akan bertemu lagi dengan Ramadan lagi tahun depan. Oleh karena itu, kita hendaknya menghidupkan Ramadan dengan semangat iman dan tidak lalai dengan berbagai keutamaan Ramadan.

  1. Berpuasa dengan sungguh-sungguh.
Berpuasa di bulan Ramadan memiliki banyak keuamaan, diantaranya:
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan jalan bagi manusia untuk mencapai derajat takwa (QS AL Baqarah: 183)
  • Puasa merupakan bagian dari rukun Islam.
  • Puasa adalah perisai dari dosa dan api neraka.
  • Puasa memberikan syafaat.
  • Puasa itu milik Allah SWT dan Allah SWT sendiri yang akan menilai pahalanya.
  • Orang yang berpuasa masuk surge dari pintu khusus bernama Ar Rayyan.
  1. Melakukan sahur.
Walaupun merasa kuat atau malas bangun, hendaknya kita melakukan sahur sebelum Subuh karena sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW dan orang yang melaksanakannya mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Dari Abu Said AlKhudri RA, Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahur adalah berkah. Maka jangnlah sekalil-kali meninggalkannya sekalipun hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad).

Sumber: bloggado2.info
 
  1. Perbanyak Membaca Alquran
Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran seperti yang Allah SWT firmankan dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 185. Membaca Alquran tidak dibatasi waktu, kita bisa melakukannya kapan saja. Siapa yang membaca Alquran yang noteben firman-Nya, ia seperti berkomunikasi dengan Allah SWT. 

Berinteraksi dengan Alquran bisa dilakukan dengan 4 cara. pertama, At Tilawah yaitu memperbanyak membaca yang pahalanya dicatat per huruf. kedua, Al hifdz yaitu menambah hafalan Alquran. ketiga, Al fahmu yaitu memahami kandungannya. Keempat, Al Amal yaitu mengamalkan ajarannya.

  1. Jauhi maksiat atau dosa.
Abu Hurairah RA meriwayatkan sebuah hadist, Raslullah SAW bersabda: “Puasa itu bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga menahan diri dari kata-kata yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor. Maka jika ada seseorang yang mencacimu atau melakukan tindakan bodoh kepadamu, katakanlah: aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.” (HR Ibnu Khuzaimah).

  1. Berdoalah Selalu.
Banyak ulama meriwayatkan bahwa orang yang malas berdoa merupakan orang yang sombong. Ia mersasa tidak perlu lagi akan keberadaan Allah SWT. Di bulan Ramadan ini, adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap hari Allah SWT mrmbebaskan orang-orang dari api neraka pada bulan Ramadan. Sesungguhnay setiap muslim mrmiliki doa yang jika dipanjatkan akan dikabulkan untuknya.” (HR. Al-Bazzar).

Sumber: shalawat.co

  1. Segeralah berbuka.
Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa ketika hendak berbuka puasa: Zahabad dhomau wabtalatil ‘uruuqu watsabatil ajru insyaa Allah.
“Dahaga telah pergi, tenggorokan telah terbasaihi, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud).

  1. Tegakkan shalat malam (tarawih).
Shalat tarawih adalah sunnah dilakukan pada malam-malam Ramadan. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menegakkan shalat mala (tarawih) Allah akan mengampuni dosa-dosanyayang telah lewat.” (HR. Bukhari)

  1. Perbanyaklah berinfak.
Pada sebagian harta kita, ada hak orang lain. Pada bulan Ramadan saat pahala dilipatgandakan adalah saat yang tepat untuk berbagi walau hanya dengan makanan berbuka. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memberi buka kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala yang sama, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. Imam Ahmad).

  1. Lakukan I’tikaf.
Hakikat I’tikaf adalah nemfokuskan hati kepada Allah dengan cara berdiam di masjid selama beberapa saat atau beberapa hari. I’tikaf merupakan rangkaian puncak ibadah Ramadan. Dalam I’tikaf, seorang hamba benar-benar mengambil jarak dari dunia yang selama ini telah menghabiskan waktunya dan kembali ke titik fitrahnya dengan sepenuhnya mendekatkan diri pada Allah SWT. Oleh karena itu, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan I’tikaf 10 hari terakhir Ramadan sampai beliau wafat. Pada tahun dimana Rasulullah SAW wafat, disebutkan bahwa beliau beri’tikaf selama 20 hari. 

Diantara saran ulama tentang I’tikaf adalah sebagai berikut:
  • Dilakukan di masjid jami’ yang didirikan shalat 5 waktu dan shalat Jum’at.
  • Diutamakan masuk masjid dari sebelum matahari terbenam tanggal 20 Ramadan.
  • Tidak keluar masjid kecuali dalam kondisi darurat.
  • Tidak berdagang atau melakukan transaksi apapun selama I’tikaf.
  • Menyibukkan diri dengan shalat sunnah, membaca Alquran, dzikrullah, dan menambah ilmu yang menguatkan iman.
  • Wanita boleh I’tikaf sbagaimana yang dilakukan istri-istri Rasulullah SAW.
    Sumber: shashca.com
  1. Berburu Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1000 bulan, seperti yang Allah SWT firmankan dalam Alquran Surat Al Qadar ayat 3. 1000 bulan sama dengan 83 tahun 3 bulan. Ini adalah usia terpanjang rata-rata manusia. Orang yang beriabdah di malam lalilatul Qadar akan mendapat keutamaan yang lebih baik dari apa yang telah dicapai dari ibadah seumur hidupnya. 

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mendirikan shalat malam di malam Lailtatul Qadar akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR Bukhari Muslim)

Nah, jadi di bulan Ramadan banyak yang bisa kita lakukan, tak hanya tidur. Sekarang, kita sudah ada di pertengahan Ramadan, masih ada waktu berburu pahala Ramadan. Yuk, jangan diskon di toko aja yang diserbu. Serbu juga pahala Ramadannya!

Sumber referensi:
Agar Ramadhan Lebih Berkah dan Produktif karya Amir Faisol Fath, Fath Institute, 2014.

44 comments :

  1. Iya ya mba, puasa bukan alasan untuk bermalas2an hihi...Makasih sharingnya mba kania :)

    ReplyDelete
  2. iya bener juga ya mbak tak hanya tidur juga manfaatin yang positifnya :)

    ReplyDelete
  3. Musuh terberat untuk semua itu menurut saya satu mbak: ngantuk :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba :) saya biasanya ga tidur lagi setelah sahur, tidurnya siang sebentar

      Delete
  4. Makasih sharing-nya, mbak. Bermanfaat nih.

    ReplyDelete
  5. Makasih sharingnya mbak.Jadi pengingat diri nih..

    ReplyDelete
  6. Lebih bagus sih rajin membaca Al-qur'an ga cuma bulan puasa aja :)

    ReplyDelete
  7. terima kasih informasinya, bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari :)

    ReplyDelete
  8. tulisan Mba Kania selalu lengkap....TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuma ngerangkum dr tulisan Amir Faisol mba :)

      Delete
  9. Seharusnya ramadhan di manfaatkan dengan sebaik-baiknya ya Mbak, tapi sayang banyak juga yang menyalah artikan bulan ramadhan itu sendiri. Misalnya kebanyakan waktunya di gunakan untuk tidur, dengan alasan untuk ibadah serta agar terhindar dari dosa.

    Padahal masih banyak kegiatan lain yang bisa di lakukan selama ramadhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya memang sih ya kalo dibandingkan dg tidur, mending tdr daripada maksiat :D

      Delete
  10. Terima kasih sharingnya mb Kania. Sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
  11. masya Allah bermanfaat sekali mbak... target berapa kali khatam nih mbak?

    ReplyDelete
  12. Sharingnya mantep neh mak, karena ramadhan memang harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, perbanyak ibadah dan amalan.

    Sudah aku follow mak blognya.

    ReplyDelete
  13. seumur hidup saya blum pernah nyobain itikaf mak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih pny anak kecil sih mak, nanti anak gedean kali ya. saya jg waktu msh gadis aja. udah pny anak cuma sekali dan cuma semalam

      Delete
    2. iya nih mak, mudah2an kesampaian...

      Delete
  14. bagi saya, waktu ramadan itu sepertinya lebih panjang dari hari biasa
    sebab, malam biasa diisi dengan berbagai aktivitas seperti ngeblog dan kegiatan di mushola

    ga terasa, sekarang udah masuk pertengahan...

    ReplyDelete
  15. nice sharing...yang no 1 jadi banyak dijadikan alasan buat malas ya,......tidurrrr teruss katanya biar dapat pahala ...

    ReplyDelete
  16. semoga di sisa ramadhan yg tinggal beberapa hari ini kita dapat terus meningkatkan amal ibadah kita kepadaNya yaa mbak
    thanks for share :)

    ReplyDelete
  17. Saya tabahi 1 lagi: mandi di tiap malam selama bulan Ramadan.

    ReplyDelete
  18. Mantap Mak sharingnya. Mumpung masih ada waktu ramadhan ini, harus berpacu terus memperbaiki diri ya Mak. Tfs ^_^

    ReplyDelete
  19. Beruntunglah orang-orang yang mendapatkan Lailatul Qadar ya, Mba. Hanya orang-orang terpilih. :)

    ReplyDelete
  20. memperbanyak kegiatan positif di bulan ramadhan, ya :)

    ReplyDelete
  21. Intinya lakukan hal-hal bermanfaat, ya. Jadi puasanya gak sia-sia, hihihi :)

    ReplyDelete
  22. malas-malasan itu bukan alasan :)

    ReplyDelete
  23. Bukan sekedar sharing ini mah, tapi lebih kepada mengingatkan buat saya mah. Makasih, ya Mak...
    Btw, aku follow blognya, ya Mak :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...