Siapkan Hal Ini Ketika Beraktifitas Di Luar Saat Musim Kemarau
Ada momen yang selalu saya nantikan setiap kali
ada waktu luang dan rejeki berlebih, yaitu mengunjungi anak saya yang sedang
kuliah di Bandung bersama anggota keluarga yang lain. Kita bisa saling mengobati
rasa rindu satu sama lain sehingga kembali bersemangat menjalani kegatan. Pasti semua orangtua yang anaknya jauh dari
rumah selalu menantikan momen seperti ini.
Saat berkunjung ke Bandung, seringkali kami
menyempatkan beraktifitas di luar rumah kos untuk sekedar olahraga ringan,
jalan-jalan di tempat wisata terdekat, atau sekedar menikmati makanan sederhana
khas Kota bandung. Salah satu tempat wisata yang yang kami kunjungi adalah
Jalan Braga. Yang kami lakukan di sini berjalan di sepanjang Jalan Braga
melihat keunikan bangunan jaman dulu lalu membeli makanan untuk disantap bersama.
Bandung dikenal
sebagai kota yang asri dan sejuk. Ya, di beberapa darah pinggiran Bandung masih
terdapat wilayah yang asri sehingga udaranya sejuk dan terasa adem. Namun di
pusat kotanya cenderung panas dan juga padat penduduk.
![]() |
| dokumen pribadi |
Demikian juga dengan Jalan Braga yang kami kunjungi, terletak di pusat kota dan dekat dengan titik penting pemerintahan. Cuacanya cukup panas di sini. Saat kami berkunjung ke Jalan Braga, cuacanya semakin siang semakin terasa panas. Ditambah lagi saat ini memang sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami kemarau yang menjadikan udara lebih kering dari biasanya.
Cuaca kemarau ini tentu saja berdampak pada
beberapa hal yang membuat perjalanan kurang nyaman. Udara kering bisa
menyebabkan kelembaban alami saluran nafas berkurang, sehingga kuman penyebab
batuk mudah masuk. Polusi udara yang meningkat dapat memperburuk saluran
pernafasan yang bisa membuat penderita asma kambuh sakitnya. Sengatan panas juga
bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga mengalami dehidrasi. Kulit akan
mengalami kekeringan, kusam, bahkan warna tidak merata (belang) karena udara
panas dan sinar ultraviolet yang kuat.
Begitu juga dengan mata akan mengalami kekeringan,
dimana gejalanya seperti Mata Sepet, Perih, Lelah dan panas bahkan seakan ada
pasir di mata. Debu dan polusi mudah masuk ke mata karena angin kencang dan
udara kering sehingga menyebabkan iritasi dan mata merah. Udara yang
panas dan kering membuat air mata cepat menguap memperparah gejala mata kering. Semua hal
tersebut tentu saja membuat kualitas penglihatan terganggu.
Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan beberapa
hal ketika beraktifitas di luar saat musim kemarau. Diantaranya adalah
sebagai berikut:
- Membawa dan mengoleskan tabir surya agar terlindungi
dari kerusakan akibat sinar ultraviolet yang kuat.
- Membawa botol minum berisi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
- Pilih baju yang berbahan tipis dan menyerap keringat.
- Membawa pelindung kepala seperti topi dan payung agar
terhindar sengatan matahari langsung.
- Menyiapkan masker yang bisa digunakan saat udara
kering dan berdebu.
- Membawa pelindung mata seperti kacamata hitam dan tetes air mata buatan untuk mengurangi gejala mata kering.
Oh ya, di berbagai artikel kesehatan banyak direkomendasikan
Insto Dry Eyes untuk
membantu melembabkan mata. Insto Dry Eyes mengandung Hydroxyprophyl
Methylcellulose sebagai air mata buatan untuk membantu melumasi atau
melembabkan mata. Insto Dry Eyes dengan kemasan warna biru 7,5 ml sangat
praktis dibawa bepergian karena kemasannya yang mungil. Dengan meneteskan satu
atau dua tetes #InstoDryEyes maka #BebasMatakering seketika. #MataSePeLeJanganSepelein
agar perjalanan bersama keluarga tetap nyaman, ya kan?
Sumber referensi:
- insto.co.id
- alodokter.com


Comments
Post a Comment
Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.