Monday, March 24, 2014

Coffee I'm in Love

Hot coffee..in early and rainy morning
(Status Facebook Kania Ningsih tanggal 9 November 2012)

Dua belas tahun silam,
Saya perhatikaan Ibenk -teman satu kost saat kuliah- menyeduh kopi tiap malam, lalu begadang mengerjakan tugas kuliah. Suatu hari saya tanya padanya, kenapa sih kamu tiap hari minum kopi terus. Dalam benak saya, kopi itu minuman kakek-kakek, pahit, dan bikin kecanduan. Biar terjaga dan konsentrasi mengerjakan tugas, katanya. Memang tiap hari ada saja tugas yang dikerjakannya. Jurusan Teknik Kimia yang diselaminya mungkin membutuhkan konsentrasi penuh untuk dipelajari.

Saya tak pernah dan tak mau mencoba minum kopi sampai suatu hari akhirnya tergoda juga karena harus menyelesaikan tugas. Benar ternyata, saya jadi terjaga dan konsentrasi menyelesaikan tugas sampai selesai. Tapi akibat lainnya, jantung berdebar sangat keras.

Lima tahun silam,
Saya bertemu kopi lagi saat saya dan suami menjadi agen stok sebuah perusahaan obat herbal dari Malaysia, Herba Penawar Alwahida (HPA). Salah satu produk HPA adalah kopi Radix. Senaaang rasanya menemukan kopi herbal yang salah satu kandungan herbalnya dapat menetralisir kafein. Tidak khawatir lagi deh akan efek negatif kafein.

Namun, karena kesibukan suami dan keterbatasan modal, akhirnya kegiatan keagenan lambat laun terhenti. Memang kopi radix ini harganya relatif lebih mahal dari kopi biasa. Kami masih mengkonsumsinya kadang-kadang, namun tidak lagi untuk dijual.

Dua tahun silam,
Putri cantik saya hadir ke dunia. Bahagia rasanya. Hidup seolah sempurna dengan hadirnya sepasang anak, lelaki dan perempuan. Di sisi lain, saya harus bekerja keras menyelesaikan pekerjaan rumah tangga setiap hari karena tak ada asisten.

Bangun sebelum subuh, kadang tahajud dengan terburu-buru, mencuci baju sambil mengepel dan memasak, memandikan dan menyuapi anak yang pertama, menyusui dan memandikan anak kedua, mengantar anak pertama sekolah (saat itu belum memakai fasilitas antar jemput dari sekolah), menidurkan anak kedua, memasak untuk makan siang dan makan malam, mengantar anak pertama les mengaji dan menemaninya belajar, mijitin suami dan lain-lain.

Awalnya, semangat saja. Lama-lama, badan rasanya lemas dan sering mengantuk. Maka mulailah saya berteman dengan kopi. Kali ini kopi instan biasa. Tak ada salahnya mengkonsumsi kopi asal tidak berlebihan, pikir saya dalam hati. Setelah saya keliling ke rumah Pak Google, ternyata kopi tak seburuk yang saya kira. Kopi juga memiliki manfaat, diantaranya:

(Ilustrasinya dari manfaatkopi.com)

Kopi dapat mencegah timbulnya penyakit jantung atau stroke.
Hasil penelitian dari sejumlah 83000 wanita dalam usia 24 tahun memiliki resiko jantung atau stroke 18% lebih rendah jika dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi. Penelitian tersebut mereka meminum kopi 2-3 cangkir kopi dalam satu hari.

Kopi bermanfaat mencegah penyakit kanker dan diabetes.
Dari riset yang dilakukan oleh peneliti diseluruh dunia didapatkan hasil bahwa penyakit kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar dapat dicegah dengan cara mengonsumsi kopi. Studi penelitian lain telah menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat gula darah pada pasien diabetes. Karena kandungan yang terdapat dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, selain itu manfaat kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti batu empedu, penyakit Parkinson, penyakit jantung, sirosis hati dan sebagainya.

Kopi dapat mencegah resiko kanker mulut dan melindungi gigi.
Senyawa yang terdapat dalam kopi bermanfaat mencegah terjadinya resiko kanker mulut, membatasi pertumbuhan sel kanker. Selain itu kopi memiliki sifat anti bakteri dan anti-perekat yang sangat baik dan memungkinkan untuk menyembuhkan berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan mulut, termasuk gigi berlubang, pembentukan plak dan infeksi gusi.

Kopi sebagai pembangkit Stamina dan energi ekstra.
Mekanisme kerja zat kafein dalam tubuh bersaing dengan fungsi adenosin dalam tubuh kita. Adenosin sendiri merupakan senyawa yang terdapat dalam sel otak berfungsi membuat orang cepat tertidur. Kandungan kafein dapat memperlambat gerak sel-sel tubuh sehingga tubuh tidak mudah lelah dan mengantuk dan muncul perasaan segar, mata terbuka lebar, detak jantung lebih kencang, naiknya tekanan darah.

Kopi dapat mengurangi rasa sakit kepala.
Menurut Seimur Damond, M.D, dari Chicago’s Diamond Hadche Clinic, kandungan kafein pada kopi dapat mengurangi derita sakit kepala. Penderita sakit kepala atau migran ringan terbukti dapat disembuhkan dengan meminum secangkir kopi pekat.

Kopi mengatasi perubahan suasana hati dan depresi.
Minum kopi secara teratur sesuai dengan porsinya dapat memaksimalkan kerja otak lebih baik. Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam kopi dapat menangkal kerusakan pada sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih baik. Zat kafein dalam kopi berfungsi sangat baik sebagai stimulan pada tubuh kita. Hal ini dapat merangsang indera kita dan meningkatkan laju metabolisme. Sehingga meningkatkan kemampuan dalam berkonsentrasi, mengatasi perubahan suasana hati bahkan depresi.

Status facebook di atas saya buat saat akan mulai bekerja menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, saat anak-anak dan suami masih terlelap, saat hujan di luar turun rintik-rintik. tidak ada yang berkomentar, tapi ada enam orang yang me-like status tersebut. Mmm...hangatnya seteguk kopi mengalir di kerongkongan, menjadi teman dalam keheningan, menjadi penyemangat dalam keputusasaan.

***

Awal yang berat karena kangen dengan keharumannya, kehangatannya dan sensasi pahitnya. Tapi, InsyaAllah lebih sehat. #lesscoffee
(Status facebook Kania Ningsih tanggal 5 Maret 2014)

Semoga lekas pulih. Obat apakah yang harum?
(Komentar Pujia Ahmad atas status facebook di atas)

Akhirnya saya harus menyerah. Saya harus mengurangi konsumsi kopi mengingat tubuh saya sudah memberikan sinyal-sinyal tertentu. Status di atas saya buat ketika berjuang mengurangi konsumsi kopi. Mbak Pujia Ahmad mungkin tidak terlalu menangkap maksud saya karena saya memakai bahasa kiasan. Terimakasih Mbak Pujia Ahmad atas doanya, Sangat menyemangati saya.

Menurut pak Google, satu atau dua tanda kecanduan kopi ada pada saya.Tanda-tanda kecanduan kopi diantaranya:

(Ilustrasi dari kesehatan.kompasiana.com)

Meningkatnya produksi keasaman dalam lambung
Minum kopi saat perut kosong khususnya di pagi hari, merangsang produksi asam klorida atau HCL. Ini bisa menjadi masalah karena HCL hanya boleh diproduksi untuk mencerna makanan.

Berkurangnya mineral
Kopi mempengaruhi penyerapan zat besi dalam perut Anda dan khususnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan kalsium, zinc, magnesium dan mineral penting lainnya. Dari sudut pandang pencernaan, kekurangan magnesium sangat mengkhawatirkan bagi kinerja usus.

Ingin buang air besar
Bagi banyak orang, kopi adalah suatu keharusan tiap pagi karena dianggap sebagai sebagai pencahar. Minum kopi dapat merangsang peristaltik, proses dalam saluran pencernaan yang membuat kita ingin buang air besar.

Perasaan jantung terbakar dan mual ingin muntah
Dapat disebabkan oleh kopi karena cara melemaskan sfingter esofagus bagian bawah. Otot kecil ini harus tetap tertutup rapat setelah Anda makan untuk mencegah isi perut Anda naik lagi ke kerongkongan atau muntah, dan membakar lapisan halus dengan asam klorida.

Iritasi usus
Banyaknya kandungan senyawa dalam kopi seperti kafein dan berbagai asam dalam biji kopi dapat mengiritasi perut dan lapisan usus kecil. Efek samping lainnya dari kecanduan kopi adalah kejang perut, kram , sembelit, dan diare.

Sebenarnya kopi yang saya konsumsi masih dalam taraf wajar, 2 cangkir sehari. Mungkin, kondisi tubuh saya yang kurang bisa menerima kopi atau jenis kopinya yang tidak cocok. Untuk berpisah selamanya dengan kopi pun saya belum rela. Akhirnya saya mengurangi konsumsinya sebanyak satu cangkir saja setiap hari. Sejauh ini Alhamdulillah saya bisa konsisten dengan menerapkan kiat sebagai berikut:
- Niat yang kuat untuk mengurangi konsumsi kopi.
- Minum air yang putih yang banyak. Selain lebih sehat, kenyangnya air putih mengalihkan perhatian dari ingin minum kopi. 
- Minum kopi hanya pada sekitar pukul 9.30 - 11.30 pagi ketika kondisi tubuh sudah sarapan. Pada jam tersebut hormon kortisol (hormon pengatur stres) dalam tubuh berkurang. Kafein dalam kopi berfungsi meningkatkan hormon pengatur stres. Pada pagi dan siang hari, hormon kortisol meningkat sehingga jika minum kopi pada saat tersebut akan menyebabkan kecanduan.

Tulisan ini saya sertakan dalam Giveayaw Blogger Dua Status.

Sumber referensi:
http://www.molto.co.id/super-mom/minum-kopi-pun-ada-waktunya-lho-140115l.html
http://www.manfaatkopi.com/
http://m.inilah.com/read/detail/2052249/Awas-Ini-Bahayanya-Kecanduan-Kopi

10 comments :

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera didaftar
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. Bagi saya..... Kopi adalah teman.... dan tidak ada oleh2 dari kampung halaman sahabat2 saya yang lebih saya tunggu daripada racikan kopi khas daerah mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga mba..makanya...belum bisa pisah

      Delete
  3. Berarti mak Kania udah kecanduan ya :)
    Sy lebih suka minum teh mak, udah bbrp tahun ga pernah minum kopi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya satu dua cangkir sehari masih wajar mak. Sekarang satu cangkir sehari aja:)

      Delete
  4. Aku udah masuk indikasi kecanduan kopi tuh, tapi sehari cuma secangkir. Itupun dicampur susu.

    ReplyDelete
  5. Halo bu, saya juga pecandu kopi tapi perhari cuma 1 bahkan kadang tidak. Maklum saya masih mahasiswa hehe jadi kalau stok kopi habis dan uang jajan blm turun ya stop ngopi hehe.
    Kalau ke Jogja cobain kopi ini deh, enak :D http://bit.ly/1gqm9QL
    salam kenal bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..belum pernah ke jogja..makasih ya infonya:):

      Delete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...