Tuesday, May 12, 2015

Esensi Pakaian Muslimah




Geuning henteu diangge jilbabna?” begitu kira-kira kata kakak sepupu pada teman SMAnya, bertahun-tahun lau saat saya masih duduk di bangku SMP atau SMA. 

Henteu, da di ditu mah sesah.” Jawab sang teman. Dulu semasa SMA dan kuliah, jilbabnya panjang menutupi pinggang. Setelah bekerja di negeri Jerman, jilbabnya dibuka dengan alasan susah. Susah bergaul, susah ibadah, susah semuanya.

Saat itu, yang ada di pikiran anak abege kayak saya, tidaklah menyalahkan dia. Saya berfikir jika saya ada di posisinya, mungkin saya juga tak akan kuat dan tabah hidup di lingkungan yang sangat asing. Yang ada di pikiran saya, saya bersyukur sekali hidup di negara mayoritas muslim. Walaupun dulu jilbab sempat dilarang di tempat umum seperti sekolah dan kantor, bersyukur sekarang lebih longgar dan semakin banyak orang yang memakai pakaian muslimah. Saya juga berfikir dan berdoa sama Allah agar Dia senantiasa menguatkan saya dalam berhijab.  

Banyak orang, termasuk saya, mungkin masih bingung dengan berbagai istilah tentang pakaian muslimah. Ada hijab, jilbab, khimar, dan sebagainya. Berikut saya kutip pengertian istilah-istilah tersebut dari nayaosahijab.blogspot.com:


Hijab (bahasa Arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama. 

Jilbāb (Arab: جلباب ) adalah pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. 

Sementara kerudung sendiri di dalam Al Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31: “ Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya. (An Nuur :31)

Apapun istilahnya, semuanya memiliki inti sebagai pakaian muslimah yang menutupi tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian muslimah juga tidak tipis, tidak ketat sehingga lekuk tubuh terlihat, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian lelaki dan wanita kafir. 

Memakai pakaian muslimah adalah salah satu bentuk ibadah yang diwajibkan, juga bentuk ketaatan seorang muslimah pada Tuhannya. Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT memberi perintah kepada muslimah untuk menutup aurat. Dua diantara ayat yang populer adalah:

"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri.orang mukmin: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surat Al Ahzab ayat 59)

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan, dan memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan pethiasannya, kecuali yang biasa nampak darinya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya".(Surat An Nuur ayat 31).


Pakaian muslimah yang ada saat ini, belum tentu sesuai dengan tuntunan agama. Mungkin kita pernah mendengar istilah jilboobs beberapa waktu lalu, yaitu wanita berjilbab namun bentuk dadanya kelihatan. Melihat fenomena ini, saya hanya bisa beristighfar, menasihati, dan mendoakan mereka agar diberi pengetahuan berjilbab yang benar dan hidayah dari Allah SWT. Kita bersangka baik saja bahwa mereka sedang berproses menuju kebaikan.

Menasihati tidak harus bilang ke orangnya langsung karena saya juga tidak mungkin mengenal mereka yang berfoto Jilboobs di media sosial. Menasihati bisa dengan cara menulis di blog atau status facebook tentang esensi pakaian muslimah. Hitung-hitung, kita menasihati diri sendiri. Kalau menasihati langsung sama orangnya pun ada adabnya. Misalnya dengan bahasa yang santun, tidak di depan orang banyak, diberi hadiah buku-buku Islam atau kerudung, dan sebagainya.

Dalam beberapa kajian, saya juga sering mendengar bahawa hidayah itu harus kita jemput, termasuk hidayah untuk memakai pakaian muslimah. Jika kita belum tergerak memakai pakaian muslimah, pelan-pelan kita cari tahu  kenapa. Apakah lingkungan kita tidak mendukung, apakah ilmu kita kurang, atau hal lainnya. Semakin kita tahu masalah kita, semoga semakin kita mendapat jalan keluarnya dari Allah SWT. Allah SWT juga tentu tak akan tinggal diam dengan usaha hamba-Nya yang mencari kebenaran.

Allah SWT memang Maha Adil, di samping banyaknya model pakaian yang tidak sesuai tuntunan agama, banyak juga bermunculan perancang pakaian muslimah yang sesuai syariat. Ini tentu saja kabar gembira bagi kita muslimah yang ingin menjalankan agama tapi tetap berpenampilan kekinian.

Walau saya sudah mengenal pakaian muslimah sejak kelas 4 SD, namun tidak serta merta saya paham esensi berpakaian muslimah. Ada proses demi proses yang saya lalui, pernah saya ceritakan di sini, sampai akhirnya saya paham kenapa saya harus berpakaian muslimah. Saya juga masih terus belajar menyempurnakan hijab saya. 

Yuk muslimah, kita saling mendoakan. Supaya Allah SWT memberi kita ilmu yang bermanfaaat termasuk ilmu berhijab. Supaya Allah SWT senantiasa mengokohkan kita dalam berhijab. Supaya Allah SWT memberi hidayah bagi mereka yang belum berhijab. Supaya Allah SWT tetap melimpahkan rejeki meskipun kita berhijab. Supaya Allah SWT memberikan hati yang makin tenteram setelah kita berhijab. Aamiin ya Rabbal’alamin.


Sumber referensi:

31 comments :

  1. skrg ini memang banyak model utk pakain muslimah ya mak...

    ReplyDelete
  2. Syukurlah akhir-akhir ini banyak pakaian syar'i namun tetap modis. ^^

    ReplyDelete
  3. aku suka mak dengan pakaian syari yang memakai rok, tapi akunya kan tomboy kalo pake rok itu rasanya kok ya ribet banget jadi sekarang masih banyak apke celana

    ReplyDelete
  4. aamiin...
    sekarng banyak pilihan baju muslimah ya mbk,tapi harus bener2 jeli dan teliti,terutama masalah kain

    ReplyDelete
  5. Inspiring sekali :) Meskipun aku gak berjilbab tapi aku senang sekali melihat perempuan-perempuan berjilbab, adem... :)

    ReplyDelete
  6. Iya mbak...bener soal jilboob. Kadang yang sama2 perempuan aja aku risih e...pakaiannya sih nutup, tapi lekuknya kliatan bgt. Btw...aku pecinta celana jeans+ kaos...gpp ya, ga ketat kok ** nego

    ReplyDelete
  7. saya juga pakai jilbab, tapi kalau di luar saja.

    ReplyDelete
  8. Semoga kita terus istiqomah ya Mak, aamiin.

    ReplyDelete
  9. Aamiin ya rabbal alamin... Semoga kita tetap istiqomah menutup aurat, ya mbak.. Tulisannya bagus, semoga sukses ya lombanya :)

    ReplyDelete
  10. Semoga kita semua istiqomah untuk selalu menutup aurat ya

    ReplyDelete
  11. insya allah selalu istiqomah ya mba ...


    Sukses Ganya ya

    ReplyDelete
  12. Jadi kalau mau bicara/menulis terkadang musti lihat audiensinya. Apakah kita bisa mengucapkan jilbab atau khimar. Ini yang disebut toleransi menurut saya, bukan meninggalkan perintah-Nya. Dan bersyukur sekali kita tinggal ditempat yang tidak menyulitkan seorang muslimah untuk mentaati Rabbnya

    ReplyDelete
  13. padahal pakaian muslim yang benar itu yang tertutup dan tidak menonjolkan bentuk tubuh

    ReplyDelete
  14. semoga semakin banyak ya wanita di indonesia yang berjilbab, amin

    ReplyDelete
  15. semoga istiqomah pakaian muslimahnya

    ReplyDelete
  16. Amiin ya rabb...
    Sukses GAnya mak... pengen ikutan jg tp blm sempet

    ReplyDelete
  17. Memahami esensi pakaian bagi muslimah ini penting banget ya, Mbak. Semoga kesadaran semacam ini kian dipahami oleh kebanyakan muslimah di mana pun berada.

    ReplyDelete
  18. Sekarang pakaian bagi muslimah udah berkembang, tadi malam lihat Puteri Muslimah Indonesia pakaiannya bagus banget.

    Btw, aku mau ngasih tau juga kalo di blog aku lagi ada Giveaway :) http://gebrokenruit.blogspot.com/2015/05/giveaway-kedua-mfrosiy.html Ditunggu partisipasinya ya :) Tuliskan aspirasimu dan tebarkan inspirasi terhadap sesama. Selamat berkreasi.

    ReplyDelete
  19. inspiratif mak. kalau memang udah niat sebenernya ga ada yang susah :)

    ReplyDelete
  20. Iya, kita beruntung tinggal di negeri yang tidak ada pelarangan memakai hijab.. Allah memudahkan kita, semoga Allah mudahkan juga bagi mereka yang berkeinginan memakai hijab, dan Allah bukakan hati muslimah lainnya untuk memakai hijab.. aamiin.

    ReplyDelete
  21. Setuju mak, selain model, kita juga terjebak promo industri garmen bahwa bahan tertentu itu adem, murah & tidak perlu disetrika, padahal membuat bentuk tubuh jelas lekuknya meski ukurannya sebenarnya sudah longgar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sering terjebak promo dan akhirnya kadang malah ga kepake bajunya

      Delete
  22. bner mba sekarang udah bnyak baju muslim yang ga sesuai dengan syariat islam. seperti fenomena Jilbob tersebut

    ReplyDelete
  23. maaf mba baru sempat mampir.. terima kasih yaa sudah ikutan giveaway-nya. tulisan mbak sangat inspiratif! :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...