Jangan Buang Dulu Tulisan Curhatmu!
Saat kamu lagi sedih, marah, kecewa, dan kesal karena orang lain, pernahkah kamu tuliskan segala perasaanmu dalam sebuah kertas atau diketik di komputer? Lalu, setelah beberapa lama, kamu lihat lagi tulisan itu. Apa yang kamu rasakan? Geli, jijik, malu, merasa lebay, mungkin. Lalu kamu sobek-sobek atau delete tulisanmu. Jadi ingat, saya dulu punya diary semasa SMA. Kini diary itu sudah musnah saya bakar. Malu sekali ketika membacanya lagi. Eit, tunggu, jangan delete dulu tulisanmu ya! Tulisan curhatmu bisa bermanfaat untuk orang lain dan pengingat diri, jika kamu merombaknya menjadi sebuah tulisan motivasi atau nasihat. Bagaimana caranya? Lakukan tahap ini: