Bertahan Dalam Pernikahan dan Tak Perlu Bercerai, Ini Tipsnya!

 

Menikah sejatinya adalah menyempurnakan setengah agama. Banyak keberkahan dan keutamaan di dalamnya. Namun ujiannya juga banyak. Mulai dari ujian ekonomi, komunikasi, pasangan, anak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pernikahan seharusnya saling menyempurnakan, namun tak jarang juga sebaliknya. Berbagai konflik yang ada dalam pernikahan kadang membuat pernikahan itu sendiri jadi tidak menyenangkan. Walaupun berpisah juga merupakan salah satu solusi, namun bertahan juga adalah pilihan yang terpaksa dilakukan dengan berbagai alasan, anak salah satunya.

Tips dari seorang konsulan spiritual rumah tangga ini mungkin bisa diterapkan jika ingin bertahan dalam rumah tangga yang dianggap buruk tanpa harus bercerai.


tips bertahan dalam pernikahan tocic

1. Menikmati me Time

Anda bisa keluar rumah rumah untuk berlibur atau sekedar ngopi cantik sendirian. Jika anda tetap di rumah, emosi negative anda akan semakin membesar. Perasaan jengkel pada pasangan akan semakin tak terbendung.

2. Belajar memaafkan dan melupakan

Semua orang bisa melakukan kesalahan, jadi sangat penting untuk belajar memaafkan kesalahan. Yang lebih penting adalah melanjutkan hidup anda. Jika anda terus mengingat kesalahan pasangan, ini akan menciptakan jarak dan membuat anda makin benci pada pasangan. Maafkanlah pasangan anda sebagaimana anda ingin dimaafkan oleh orang lain apapun kesalahan anda.

3. Praktikkan ilmu self love

Apapun masalah rumah tangga yang anda almi, santai saja dan cintai diri anda lebih dari apapun. Ketika anda tahu mencari dukungan pasangan adalah hal yang mustahil, anda perlu memanjakan diri anda sendiri. Ubah gaya hidup anda, fokuslah pada kesehatan fisik dan mental anda. Berlatihlah meditasi (bisa dengan memperbaiki ibadah untuk seorang muslim), mengejar hobi, mempertahankan persahabatan, dan sebagainya.

4. Bergabung dengan komunitas yang positif

Anda bisa memilih unutk bergabung dengan komunitas apapun, yang penting membawa dampak yang positif bagi hidup anda. Misalnya anda ingin lebih tenang sekaligus sehat, anda bisa mengikuti yoga. Anda suka menjahit, anda bisa mengikuti kursus menjahit. Anda suka memasak, anda bisa bergabung dengna komunitas yang suka memasak. Dengan ikut komunitas, anda bisa bertemu orang baru dan membantu mengalihkan pikiran anda ke  rah yang lebih positif. Anda juga meningkatkan kekuatan dan kepercayaan diri anda dengan bergabung di komunitas.

5. Cari bantuan profesional

Jika anda sudah coba segalanya dan masih belum terasa tenang, carilah bantuan profesional. Jangan mau terus menderita. Dengan mendapat bantuan profesional, anda diharapkan lebih siap menghadapi segala konflik rumah tangga yang terjadi.

Terakhir, tambahan dari saya sebagai penulis yaitu meminta bantuan dari Yang Maha Kuasa atas langit dan bumi yaitu Allah SWT. Jangan pernah meremehkan dan lelah dalam berdoa. Jangan juga berburuk sangka pada-Nya. Allah Maha Rahman dan Rahim, kasih sayang-Nya begitu besar pada hamba-Nya.

 

 

Comments

  1. Benar sekali ini, Mbak. Pernikahan memang menyatukan dua manusia dengan banyak perbedaan. Tapi di situlah saling memberi menerima. Kunci lain adalah saat ada masalah, jangan menjelek-jelekkan pasangan pada siapa pun. Karena kadang malah ada yang tidak memberi solusi, malah semakin memicu amarah.

    ReplyDelete
  2. Iya sih. Ada orang-orang yang memang memilih untuk bertahan di pernikahan yang dianggap sudah nggak sehat. Alasan utamanya memang karena anak. Ingin anak berada dalam keluarga yang utuh. Solusinya memang kudu membuat diri sendiri sehat dan bahagia, apapun yang terjadi dalam pernikahan itu. Bila memang nggak mungkin bisa mencari bahagia dari pasangan. Ya bisa dengan mencari bahagia sendiri. Me time misalnya.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih sarannya, Mbak. Saya yang pernah hidup dalam pernikahan tidak sehat (KDRT psikis) pernah menerapkannya dan tidak berhasil. Pada akhirnya bertepuk sebelah tangan tetap takkan menghasilkan bunyi hehehe.

    ReplyDelete
  4. wah ini tips yang perlu aku catat sebagai single hehe. poin memaafkan ini nih yang agak pr buatku. karena bagiku nggak mudah memaafkan orang yang udah menyakiti. apalagi kalo sama pasangan kan nggak bisa mundur gitu aja ya.

    ReplyDelete
  5. Memang sejatinya pernikahan itu sebuah perjalanan yang panjang. Untuk bisa menerima kekurangan atau pun karakter pasangan perlu bertahun-tahun.

    ReplyDelete
  6. Pastinya dalam kehidupan akan ada konflik yang datang ya. Perlu tips dan langkah jitunya untuk mengatasi hal tersebut ya. Trims kak untuk sharingnya, jadi bekal ini untuk yg masih single

    ReplyDelete
  7. Kadang suka miris sih, kalo ada pasutri yg udah bertahun-tahun nikah, punya anak yg udah pada besar, tapi kok bisa 'pisah' gitu. Memang dalam rumah tangga itu, bukan cuma kudu sabar ngadepin pasangan tapi juga diri sendiri.

    ReplyDelete
  8. Tips buatku juga nih yang masih di usia pernikahan balita. Sebab biasanya masa-masa pencocokan itu ada di 5 tahun pertama

    ReplyDelete
  9. Jd inget aku pernah mak comblangin 3 temanku. Dan yg satu pasangan udh benar2 bercerai. Satu lagi sedang diambang perceraian. Satu lagi ada mslh kehamilan. Ini yg msh jd perdebatan rumah tangganya. Emg konsultasi ke praktisi bs jd solusi sih. Selain emg hrs saling memaafkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih tipsnya, Mbak. Menjaga dan merawat rumah tangga agar awet dan langgeng. Enggak mudah memang, apalagi kalau ada gesekan dan beda pendapat, kalau kita gak ada yang sabar, udahalah, pasti ujung-ujungnya minta pisah.

    ReplyDelete
  11. wah artikelnya cocok banget buat para pasangan yang sedang menghadapi masalah rumah tangga ringan ya kak, tips-tipsnya bisa menjadi pencerahan buat mereka

    ReplyDelete
  12. Pernikahan menyatukan 2sifat, 2karakter, 2kebiasaan menjadi satu. Jadi wajar aja selalu bentrok, tpi kuncinya sabar & ikhlas, memang sulit tapi itulah Nikah yg dinamakan ibdah paling panjang.

    Lihatnuya gak susah, tpi pas dijalanin klu iman nya ga kuat pasti mudah menyerah.

    ReplyDelete
  13. Kalimat penutupnya, terasa banget, kak Kania.
    It's true.
    Inti dari semua usaha yang kita lakukan adalah melangitkan doa terus menerus, meminta Allaah lembutkan hati pasangan, jauhkan dari godaan syeitan dan semoga Allaah jaga terus menerus rumah tangga ini dari atas bawah depan belakang. Aamiin~

    ReplyDelete

  14. Kita pun juga sadar diri kalau mempunyai banyak kekurangan agar lebih mudah memaafkan kesalaha pasangan kita. Asalkan bukan kesalahan yang fatal dan tak termaafkan..

    ReplyDelete
  15. Hmm... bertahan kalau masih sehat ayo aja
    Asalkan enggak ada kekerasan pasti aman aman saja
    Meski kadang verbal yang sering lost control

    ReplyDelete
  16. Pernikahan sebenarnya memiliki banyak hal positif yang bisa membuat hubungans emakin kuat, namun terkadang ego dan emosi negatif masing-masing dari pasangan itulah yang membuat pasangan mudah mengakhiri hubungan. Plus kembali menjaga niat pernikahan dan mengingat kembali doa dari orang-orang yang diundang.

    ReplyDelete
  17. ya Allaah pas bangett, tukang pijet yg mijetin ibuku kmrn ke rumaah, suaminya kagak kerja. Sama ibuku dibilang kok gitu sih ga kerja blablabla, jadi istilahnya kek "setan" gt hahaha padahal si mbaknya ini berusaha mati2an memperjuangkan rumah tangganya, emang ya kadang omongan orang di sekitar kita itu bisa jadi racun meskipun niatnya sbnernya baikkk

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Popular posts from this blog

6 Perbedaan Belanja Online dan Toko Konvensional

Semakin Bersyukur di Usia Cantik

3 Blog Masak Favorit