Benarkah Ada Doa yang Tidak Disukai Oleh Allah SWT?

 

Sebagai seorang Muslim tentunya kita sudah diajarkan mengenai tata cara berdoa, entah itu di lingkungan rumah maupun di sekolahan. Ya, pentingnya untuk mengajarkan tata cara berdoa sejak dini agar tidak menimbulkan kekeliruan di masa mendatang. 

Sebab doa tidak hanya sekedar bentuk dari permohonan kepada Allah SWT saja, melainkan juga bagian dari ibadah. Ngomong-ngomong soal berdoa, ternyata ada beberapa doa yang tidak disukai Allah

Seperti apa sajakah doanya? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini. 

Adab berdoa pada Allah SWT



Doa-doa yang Tidak Disukai Oleh Allah SWT

1. Doa yang Melampaui Batas

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa segala hal yang dilakukan secara berlebihan itu cenderung ke mudharatnya ketimbang manfaatnya. Begitu juga dalam kegiatan berdoa yang berlebihan karena dianggap tidak rasional. Adapun mengenai dua kategori doa yang berlebihan seperti berikut:

  • Bentuk doa terhadap sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan sesuatu yang diharamkan bagi manusia. Contohnya, kamu berdoa ingin memiliki kekuatan berupa mujizat yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Tentu saja hal tersebut sangat tidak rasional, karena mujizat hanya diperuntukkan bagi para Nabi dan Rasul. 

  • Merincikan semua hal secara berlebihan, seperti ingin dimasukkan ke dalam surga serta meminta semua kenikmatan hingga kemegahan yang ada di dalamnya. Padahal, Allah SWT telah menciptakan surga beserta kenikmatan yang tidak ada lawannya. 

2. Doa yang Dikhusukan Untuk Pribadi dan Golongannya Saja

Di masa Rasulullah SAW pernah ada seorang pria badui yang berdoa ketika melaksanakan solat berjamaah bersama Rasulullah SAW dan Abu Hurairah. Adapun bunyi doa yang dipanjatkan oleh pria badui tersebut seperti : “Ya Allah, belas kasihanilah aku dan Nabi Muhammad SAW, jangan berikan belas kasih itu kepada selain kami berdua”. 

Setelah selesai solat, Rasulullah SAW menghampirinya seraya berkata: “Fulan, sungguh kamu telah membangun dinding yang luas dalam mengharap rahmat Allah, dan hal itu bukan akhlak seorang muslim yang baik. Ketahuilah, kecintaanmu kepada saudaramu sesama muslim adalah suatu kewajiban, maka hendaknya kamu ikut sertakan mereka di dalam keagungan doamu“.

3. Berdoa Agar Mengharap Datangnya Azab

Masih di zaman Rasulullah SAW, dulu pernah ada seorang pria yang berdoa kepada Allah SWT dengan penuh rasa takut akibat dosa-dosanya. Ia pun berdoa agar Allah SWT segera mendatangkan azab pada dirinya dengan harapan di akhirat kelak nanti tidak akan mendapatkan azab tersebut. 

Rasulullah SAW menanyakan alasan mengapa pria tadi berdoa seperti demikian. Lantas Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa si pemuda tersebut tidak akan sanggup untuk menahan pedihnya azab dari Allah SWT. Tak lama kemudian, Rasulullah SAW mendoakannya hal-hal yang baik untuk si pemuda.

Robbana aatinaa piddunyaa hasanata wapil aahiroti hasanata waqinaa adzab bannar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka (QS Al Baqarah ayat 201). 

Tak hanya sampai disitu, Nabi Muhammad SAW juga mendoakan si pemuda tadi atas berkah limpahan karunia-Nya serta tuntunan dari Rasulullah SAW. 

4. Mendoakan Keburukan

Tidak semestinya seorang Muslim mendoakan keburukan, entah itu untuk dirinya sendiri maupun orang lain. 

Llaa yuhibbuwllohu aljahro bissuwai’ minal qowli illa mangdhulim, wa kaanawllohu samiiya’n ‘aliiym

Artinya : “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizhalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (QS An-Nisa ayat 148). 


Comments

  1. jadi berdoalah yang baik-baik ya mbak, walau kita disakiti. terkadang Tuhan punya cara unik memberi hukuman dan sentilan

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.

Popular posts from this blog

Semakin Bersyukur di Usia Cantik

3 Blog Masak Favorit

Creambath di rumah dengan Ellips Hair Mask