3 Alasan Boyolali Layak Menjadi Tempat Investasi Properti


Semenjak mengusung slogan 'Boyolali Pro Investasi', iklim investasi di kabupaten seluas 1015,10 km2 ini terus membaik. Pelabelan Boyolali sebagai kabupaten yang baik dan menguntungkan para investor semenjak 2015 membuat sektor-sektor lain pun turut dilirik oleh para investor untuk dikembangkan. Properti menjadi salah satu sektor yang ikut terkena dalam pengembangan sektor-sektor lain dibanding sektor-sektor potensial yang diprioritaskan seperti industri, pariwisata, peternakan, pertanian, dan sebagainya. Ada beberapa alasan yang menyebabkan properti dinilai layak sebagai salah satu ladang investasi yang sangat menjanjikan di Boyolali, diantaranya yaitu:

Perekonomian

Untuk sisi perekonomian, kabupaten boyolali tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai salah satu wilayah yang pertumbuhan ekonominya prima di Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali diketahui memiliki presentase pertumbuhan ekonomi tinggi jika berdasarkan produk domestik  regional bruto (PDRB). Selama 6 tahun (2011-2016), pertumbuhan PDRB Kabupaten Boyolali selalu berada di atas angka 5 persen, yang mana diketahui berada di atas realisasi PDRB nasional. Dilansir dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali, tahun lalu saja (2017), nilai PDRB Kabupaten Boyolali menyentuh Rp20,17 triliun yang mana diketahui naik dari tahun sebelumnya lagi (2016) Rp19,11 triliun.

Sugiyatno, Sekretaris Himpunan Pengusaha Real Estate (HIMPERRA) Jawa Tengah mengatakan iklim pertumbuhan ekonomi positif dalam sebuah wilayah dapat menjadi patokan baiknya untuk berinvestasi, hal ini juga berarti investasi dalam sektor properti.


investasi properti di boyolali


"Kondisi perekonomian sehat tentu memiliki pengaruh dari daya beli masyarakat, yang mana diperlukan untuk transaksi jual beli properti", ujarnya.

Tempat Pengembangan Area Industri

Kawasan Boyolali diketahui dipilih menjadi salah satu tempat pengembangan industri di wilayah Jawa Tengah. Dalam waktu 2-3 tahun terakhir, kawasan industri datang dan berkembang di Boyolali dengan cepat, apalagi semenjak kedatangan aliran dana investasi. Baik industri besar, industri menengah, maupun kecil yang ada di pada kawasan tersebut diketahui mendatangkan pekerja-pekerja tidak hanya dari dalam kabupaten namun juga beberapa wilayah di Jawa Tengah. Beberapa jenis industri yang ada disana yakni industri tekstil, permesinan, pengolahan susu, alat angkutan, makanan, listrik, galian non logam, olahan kayu, dan sebagainya.

Sugiyatno mengatakan dari penetrasi pabrik-pabrik yang mulai dikembangkan di Boyolali, dapat menjadi peluang yang besar untuk penyediaan properti khusus untuk para pekerjanya. Ia mengatakan dari transaksi jual beli rumah yang terjadi belakangan ini, para konsumen berasal dari pekerja-pekerja pabrik di kawasan industri. Adapun permintaan paling tinggi akan rumah dijual disana yakni hunian murah atau rumah tipe subsidi karena sesuai dengan kategori pendapatan mereka.

Kemudahan Perizinan

Sugiyatno mengatakan salah satu faktor keunggulan yang dapat menjadikan Boyolali sebagai wilayah yang pantas dan layak sebagai lahan investasi properti adalah dari sisi perizinan pengembangan hunian. Meskipun ia tidak mengatakan secara detailnya, intinya para pengembang saat ini mengapresiasi regulasi peraturan dari pemerintah yang tidak menyulitkan para pengembang. Beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dikatakan seringkali tidak mengindahkan proses perizinan pengembangan perumahan, dapat ditelusuri dari ketidak tepatan waktu pengurusan hingga persyaratan yang dipersulit. Untuk menghapus hambatan-hambatan tersebut, proses pengaplikasian perizinan pengembangan hunian kini di Boyolali telah menggunakan sistem online berkonsep 'one stop services' dimana selain mempercepat pengurusan juga kini sifatnya sangat terbuka atau transparan.

'Transparansi dan penyederhanaan perizinan dalam pengembangan hunian tentu merupakan poin penting yang developer butuhkan. Kami merasa pemerintah sangat mendukung untuk pengembangan sektor ini demi menyediakan tempat bermukim untuk masyarakat Boyolali'

Comments